Pages

Sabtu, 17 Agustus 2019

Ekspektasi >>> Kecewa >>>

Selama hampir 24 tahun ini udah sering banget ngerasain yang namanya kecewa. Entah itu kecewa karena gagal meraih target, kecewa sama keadaan diri sendiri, kecewa sama orang-orang terdekat; saudara misalnya, dan kecewa-kecewa yang lain. Sempet juga sampe nggak habis pikir sama jalan hidup/keputusan dari beberapa orang yang aku kenal dan sempet ngebatin "Ini orang pikirannya dimana sih, nggak jelas banget hidupnya" atau "kok bisa-bisanya kaya gitu?". Semakin kesini semakin mikir kalo itu semua akibat dari ekspektasiku ke orang-orang yang terlalu tinggi. Tanpa disadari aku pengen kehidupan orang-orang di sekitarku berjalan kaya yang aku pengenin; hidup sukses, agama bagus, akhlak baik, sayang sama keluarga dan seterusnya pokoknya yang baik-baik lah. Jadi kalo ada orang yang menyimpang dari itu semua aku gampang banget ngerasa "kok gini sih". Selain itu aku juga jadi sadar kalo dunia diluar sana banyak sisi pahit sama gelapnya. Aku, sebagai orang yang berekspektasi tinggi ini mulai merubah cara berpikir. Aku yang tadinya tipe orang yang sangat pemikir ini, pelan-pelan mulai belajar buat nggak terlalu ambil pusing kalo orang lain ada yang nggak sejalan sama prinsipku, sama ekspektasiku. Mungkin awalnya kecewa tapi akhirnya "yaudahlah". Dari semua pengalaman-pengalaman tentang kekecewaan yang pernah aku rasain, aku malah jadi semangat buat belajar jadi manusia yang lebih baik lagi, biar aku nggak ngelakuin hal-hal yang mengecewakan juga. Karena sejatinya kita nggak akan pernah berhenti belajar kalo kita masih hidup, life is never ending learning process.

Minggu, 28 April 2019

Pengalaman Mengikuti Seleksi CPNS 2018 Part 2


Assalamu’alaikum, kali ini saya akan menyambung postingan sebelumnya “Pengalaman Mengikuti Seleksi CPNS 2018 Part 1" yang bisa dibaca disini. Dalam postingan kali ini saya akan bercerita tahapan selanjutnya setelah SKD, yaitu SKB (Seleksi Kompetensi Bidang).
Pengumuman kandidat yang lolos seleksi SKD ternyata molor banget dari jadwal aslinya. Ditambah tahun ini sebagian besar peserta nggak lolos passing grade yang udah ditetapin. Jadinya keluar peraturan baru lagi buat nentuin siapa aja yang bakal lolos ke tahap SKB. Peserta yang lolos passing grade jelas yang paling diutamakan buat lolos ke SKB. Misalnya di instansi X dibutuhkan 1 formasi peneliti, nah kan yang lolos SKB harusnya 3 orang yang lolos passing grade (P1), tapi kalau cuma ada 1 orang yang lolos passing grade ya 1 orang itu aja yang lolos ke SKB (jumlah peserta yang lolos ke SKB maksimal 3 kali jumlah fomasi yang dibutuhkan). Beda lagi kalo jumlah formasi ada 2, dan seterusnya-seterusnya, udah ada ketentuannya sendiri pokoknya (kalian search aja PERMENPAN RB tentang CPNS). Pengumuman peserta yang lolos SKB baru rilis hampir sebulan setelah SKD (kalo nggak salah tanggal 28 Nov). Daaaan.. Alhamdulillah saya lolos ke tahap SKB walaupun skornya ada di peringkat ketiga (paling bawah). SKBnya sendiri nggak cuma CAT aja guys, tapi ada psikotes (tertulis&lisan), sama wawancara.

Sabtu, 23 Februari 2019

Pengalaman Mengikuti Seleksi CPNS 2018 Part 1


Assalamu’alaikum, alhamdulillah saya masih diberi kesempatan untuk bercerita soal pengalam saya mengikuti seleksi CPNS 2018, yang merupakan pengalaman pertama saya dalam mengikuti seleksi CPNS. Kebetulan sekali, setelah saya lulus S1 langsung ada pembukaan seleksi CPNS. Awalnya saya agak ragu untuk mendaftar, karena dalam life plan setelah lulus S1 saya ingin langsung lanjut S2, tapi ternyata tidak semudah yang saya bayangkan. Masih banyak yang harus saya persiapkan untuk melanjutkan S2, terlebih untuk seleksi beasiswanya. Tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan dan pintu rezeki yang diberikan oleh Allah, akhirnya saya putuskan untuk mendaftar. Kita tidak tau rezeki kita ada dimana, dan jalan hidup kita akan seperti apa, maka dari itu cobalah setiap kesempatan yang ada. Pada akhirnya kita akan tahu jalan mana yang Allah pilihkan untuk kita nantinya. Kembali ke Seleksi CPNS. Dalam Seleksi CPNS tahun 2018 ini tahapan-tahapan yang harus dilakukan meliputi pendaftaran, seleksi administrasi, seleksi kompetensi dasar (SKD), seleksi keterampilan bidang (SKB), dan tahap verifikasi berkas (pemberkasan).

Rabu, 12 September 2018

Keinginan Untuk S2

Apa yang kamu lakukan setelah lulus S!? Sebagaian orang akan menjawab cari kerja, sebagian lagi akan menjawab membuka usaha sendiri dan sebagian kecil yang lain akan menjawab lanjut kuliah S2. Kenapa disini saya bilang sebagian kecil? Ya karena memang jumlah alumni yang lanjut S2 paling sedikit jika dibandingkan dengan yang mau cari kerja/buka usaha sendiri.

Bagi saya, keinginan S2 sendiri muncul belum lama ini, tepatnya pas semester 6 saya mengikuti program transfer kredit atau lebih populernya student exchange di PSU Thailand. Disana saya ikut belajar di kelas untuk mahasiswa S2, karena kelas S1 menggunakan Bahasa Thailand sebagai bahasa pengantar sedangkan kelas S2 sudah barang tentu haru memakai English. Belajar bersama mahasiswa-mahasiswa S2 tidak serta merta membuat saya ingin melanjutkan S2. Tidak. Bukan ini yang menjadi motivasi saya untuk melanjutkan S2.

Kamis, 23 Agustus 2018

Cerita Kelulusan

Alhamdulillah segala puji bagi Allah, akhirnya Tyas bisa lulus kuliah tepat waktu. Dulu waktu maba pengen banget bisa lulus 3,5 tahun, dan target ini aku tulis di mind map waktu OSPEK. Pokoknya dulu muluk-muluk banget dah harapannya. Ya lulus 3,5 tahun, ya jadi lulusan terbaik dan lain sebagainya yang bagus-bagus. Wkwkwk.

Mau sedikit berbagi cerita soal pengalaman mengejar kelulusan yang di tengah jalan ragu bisa nyelesein kuliah tepat waktu apa enggak, soalnya semester terakhir masih ambil teori (13 SKS teori + 6 SKS skripsi) buat ngejar ketinggalan makul yang dulu ditinggalin waktu ikut transfer kredit ke Thai (nanti bakal aku ceritain di postingan lain, wkwk telat amat ya baru mau posting), dan salah satu syarat bisa sidang skripsi di univku itu bebas teori. Artinya semua nilai harus keluar dulu baru bisa sidang skripsi.

Sempet minder juga soalnya temen-temen kelas udah banyak (banget) yang sidang, ada juga yang udah wisuda (setahun ada 4 periode wisuda: Februari, Mei, Agustus, November). Aku nargetin ikut wisuda Agustus yang mana harus ikut yudisium bulan Juli. Batas akhir pengeluaran nilai itu tgl 6 Juli. Tapi sayangnya ada beberapa dosen yang belum ngeluarin nilai sampe tanggal 6 Juli. Disitu saya merasa mulai was-was (wkwk). Udah coba nemuin dosennya dan minta  dikeluarin dulu nilainya, tapi sampe minggu depannya tetep belum dikeluarin juga. Sempet takut kena marah juga kalo minta-minta terus buat dikeluarin nilainya, takutnya maksa dan nggak sopan hmm. Setalah drama-drama itu selese akhirnya bisa sidang tanggal 20 Juli, as you know pendaftaran yudisium terakhir tanggal 25 Juli. Taggal 20 itu hari Jumat, dan Sabtu Minggu kan libur ya pastinya, jadi tinggal punya waktu 3 hari biar nggak ketinggalan daftar yudisium.

Sabtu, 02 Juni 2018

Fenomena Bukber

Bukber (buka bersama) biasanya juga disebut bubar (buka bareng) : Salah satu acara yang selalu ada di bulan ramadhan, dengan catatan kamu adalah makhluk sosial yang punya temen minimal satu orang
"Buka" sendiri adalah istilah singkat dari membatalkan puasa, karena udah memasuki waktu maghrib. Oke disini aku nggak akan mbahas pengertian bukber menurut KBBI atau secara harfiah.  Isi postingan ini tidak lain cuma pendapatku tentang bukber itu sendiri.
Ya namanya juga bukber pastilah acara utamanya adalah makan, selebihnya ngobrol, ketemu temen lama (kalo ikut acara bukber SD, SMP, atau SMA), nyari jodoh (haha ini bonus sih sebenernya) dll dll. Kalo cuma ketemu terus makan bareng mah sebenernya nggak harus pas bulan ramadhan kan juga bisa kan ya? Eits, aku disini bukan orang yang anti sama acara bukber kok.
Cuma seiring berjalannya waktu dan semakin menuanya umur, kok dirasa-rasa bukber itu lebih banyak mudharatnya ya ketimbang manfaatnya.
Nggak sedikit orang-orang yang ikut bukber itu sholatnya jadi telat, entah itu ngantri karena tempat sholatnya kecil, atau nungguin makannyaa dulu dateng terus makan terus baru sholat. Hmmm padahal waktu maghrib itu singkat banget lho. Sebelum bukber biasanya juga ngumpul dulu kan, nah pas ngumpul itu biasanya malah ngomongin orang lain, menggunjing. Yang tadinya udah menjaga diri biar nggak bermaksiat malah sengaja atau nggak sengaja ikut menggunjing. Padahal udah deket tuh sama waktu buka, kan jadi sayang pahala puasanya bisa berkurang (Sebenernya masalah pahala itu urusan Allah SWT sih).
Terus pada gampang banget ninggalin sholat taraweh. Sholat sunnah sih, tapi yakin ninggalin gitu aja? padahal doi cuma ada di bulan ramadhan aja. Hanya sebulan selama setahun, tapi sayang banget nggak sih? kan ngga ada yang tau tahun depan bakal ketemu sama bula ramadhan lagi apa enggak.

Kamis, 31 Mei 2018

Come back to blog!

Akhirnya memutuskan kembali untuk menulis blog setelah sekian lama vakum. Terakhir nulis 2015 kalo nggak salah hehe..

Simpel sih alasannya, pengen jadi orang yang lebih banyak nulis daripada ngomong. Juga terlalu banyak unek-unek/pendapat-pendapat tentang segala hal yang mencakup kehidupan manusia dan alam (haha)

Dan mungkin, konten-konten di blog ini nantinya nggak akan mengikuti kaidah penulisan Bahasa Indonesia yang baik dan benar :)

Minggu, 25 Januari 2015

BIG DREAM, BIG STRUGGLE, BIG RISK

hai hai, Assalamu'alaikum semua..
beberapa waktu lalu udah sempet ngpost tentang UN sama SNMPTN, nah sekarang pengen ngeshare pengalaman setelah SNMPTN, alias SBMPTN, USM STAN, UMBPTN, sama SM tulis UNY.
Singkat aja, dua hari setelah pengumuman SNMPTN jelas masih ancur banget, putus asa pastinya. Terus waktu itu diajakin sama temen yang senasib ke tempat guru les yang sekaligus guru BK dadakan. Yang intinya aku disaranin tetep milih FK sebagai pilihan pertama. Awalnya ragu, -aku bisa apa enggak-, tapi akhirnya aku nekad milih itu. Aku tau risikonya, tapi tetep penasaran. Mimpi itu harus dikejar. Aku nggak tau mimpiku ini terlalu tinggi apa enggak. Katanya "bermimpilah setinggi-tingginya, jika jatuh kamu masih diantara bintang-bintang". Eits, tapi jangan salah.. mimpi yang tinggi harus dibarengi sama usaha maksimal. Selain itu mimpi yang tinggi juga risikonya besar. BIG DREAM, BIG STRUGGLE, BIG RISK. Dan jika kamu udah berusaha+berdoa maksimal tapi hasilnya belum sesuai dengan harapan, bisa jadi itu bukan jalanmu. Oke, aku gagal lagi. SBMPTN gagal. Nah sebelum pengumuman SBMPTN ternyata USM STAN tahap 1 diumumin seminggu sebelumnya, dan aku juga gagal. Rasanya udah bener-bener nggak jelas. Beruntung banget punya temen-temen yang baik banget, mereka yang udah sukses tetep care dan nyemangatin

Sabtu, 25 Oktober 2014


“Barangsiapa yang ingin doanya terkabul pada saat sedih dan susah, maka hendaklah memperbanyak berdoa pada saat lapang.” (HR Tirmidzi)

UN, SNMPTN :)

Hai hai.. lama nggak blogging nih *bersihin sarang laba-laba*
Rasanya udah lama banget nggak ngeshare disini, terakhir kayaknya pas awal awal kelas 12. Sekarang udah jadi mahasiswa aja. eh mahasisiwi ding lebih tepatnya.
Setelah beberapa bulan jadi mahasiswa, baru sempet sharing gimana pengalaman yang "super" di sini. Kenapa super? Soalnya bener-bener greget banget perjuangan buat sampe ke posisiku yang sekarang ini. 
Aku nggak tau mimpiku ini terlalu tinggi apa enggak. Sejak kelas 11 aku udah pengen banget masuk ke jurusan dan universitas itu. Jurusan Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga. Ya mulai saat itu jadi rajin cari informasi terkait dari jurusan pendidikan dokter, urutan 10 besar fakultas kedokteran yang terbaik di Indonesia sampe tentang Universitas Airlangga itu sendiri. Nggak tau kenapa rasanya udah jatuh cinta banget sama Unair, sampe nggak ada keinginan buat nglanjutin di UI, UGM, UNS atau universitas lain.
Kenapa milih kedokteran? Jujur, pelajaran yang paling aku suka itu biologi. Sebenerya pas kelas 10 aku suka biologi sama kimia, tapi sejak kelas 11 jadi rada males sama kimia. *kembali ke topik*. Pokoknya aku usaha biar nilai rapotku naik, yang jelas nggak nyontek lho ya. Pas kelas 12 semester 1 rasanya pengen nangis banet pas liat hasil rapot. Jujur itu hasil terjelek selama aku di SMA ini. Jadi ragu mau bener-bener ambil jurusan itu apa enggak pas SNMPTN nanti. Apalagi jurusan pendidikan dokter itu jurusan favorit. Di sekolahku aja ada 30 lebih yang pengen masuk ke FK. Sempet galau juga soalnya salah satu temenku yang selalu peringkat 1 paralel kabarnya mau milih FK Unair juga. dia aslinya mau di UGM tapi gara gara ada temenku yang satu lagi, dia anak olimpiade biologi dan peringkat paralelnya juga selalu masuk 10 besar mau nglanjutin ke UGM juga. Tapi akhirnya dia nggak jadi ke Unair, rasanya lega banget. Nah yang milih ke FK Unair akhirnya cuma aku sama Arina. Walaupun mandan ragu tapi tetep harus optimis. Nilai rapotku sama arina bisa dibilang imbang. Pokoknya abis daftar SNMPTN cuma tinggal berdoa sama belajar buat UN.

Jumat, 21 Juni 2013


Karena waita itu berharga, dan islam pun sangat memuliakan wanita. Bahkan bidadari-bidara surga yang amat elok rupanya sangat cemburu pada wanita yang taat beribadah kepada Allah, beramal sholeh dan berbuat kebaikan. 

Selasa, 30 April 2013

Menjilbabi diri atau menjilbabi hati?

Mana yang lebih utama? Menjilbabi diri atau menjilbabi hati terlebih dahulu? 

image source: gadisberjilbab.tumblr.com

Pertanyaan adi atas mengingatkan saya pada suatu hari, yaitu pas ada acara Duta Jilbab di sekolah. Entah bagaimana awalnya kenapa saya bisa mengikuti acara ini, (oke yang ini nggak usah dibahas lebih lanjut :p)

Jujur aja ya pas itu ikut cuma modal nekat ditunjuk sama anak-anak kelas. Alhasil, jawaban saya kurang tepat. Ya maklumlah wawasan masih rendah baget. Aku njawabnya "Kita harus menjilbabi hati terlebih dahulu baru menjilbabi diri... bla bla bla" *terusane lupa* --> sok tau banget njawab begituan, dihadapan orang banyak pula.
Nah, sekarang udah tau jawabannya dan pengen tak share di sini. 
Bagi wanita yang sudah baligh menjilbabi diri merupakan suatu kewajiban. Allah sudah memerintahkan para wanita unutuk menutup auratnya, yaitu seluruh tubuh kecuali muka dan telapak tangan sudah sejak zaman Nabi Muhammad SAW. Salah besar jika kita memilih menjilbabi hati kita dulu. Rasanya jika kita sudah banyak berbuat baik tetapi membangkang terhadap perintah berhijab sama saja pahala yang diperoleh tidak akan maksimal. Mengapa menjilbabi diri terlebih dahulu? bersama-sama dengan berjilbab maka hati kita juga akan terjilbabi. seseorang yang sudah berjilbab akan merasa malu jika dirinya melakukan hal yang buruk *normalnya*. Akan tetapi lihatlah kini, banyak yang bermain-main dengan jilbab. Mengapa saya katakan demikian? Menurut pengamatan kini banyak yang memaki jilbab hanya karena ikut-ikutan teman atau karena peraturan sekolah. Bahkan mereka sering lepas-pake-lepas-pake -____-. Yang seperti itu namanya pelecehan terhadap jilbab. Jilbab itu bukan buat mainan. Jilbab merupakan salah satu dari wujud ketakwaan kita pada Sang Pencipta :)

So, berhijablah dan terus memperbaiki diri!
Keep Istiqamah ya Ukhti :)

Sabtu, 27 April 2013

3F; Food, Fun, Fashion

Assalamu'aliakum..
3F, sekelumit ilmu yang saya dapatkan dari Sisan tadi siang. Udah tau kan Sisan apa? Kalo nggak tau kebangetan deh :p

Tahukah Anda jika sampai sekarang ini kita masih dijajah? | lho kan udah merdeka, proklamasi juga udah dibacain juga | Iya sekarang memang udah nggak perang, angkat senjata kayak dulu :)

Nah! yang akan dibahas disini bukan masalah kemerdekaan Negara Indonesia tercinta. Kita bahas "penjajahan" dari kacamata islam. yuk lanjut --->